Bukti Peninggalan Kerajaan Tidore dan Ternate - Mengulik Banten
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bukti Peninggalan Kerajaan Tidore dan Ternate

Bukti Peninggalan Kerajaan Ternate dan Tidore

Bukti Peninggalan Kerajaan Tidore dan Ternate - Kerajaan Tidore dan Ternate merupakan Kerajaan yang berada di kawasan Maluku.

Dan keduanya merupakan kerjaan Islam tertua di Indonesia. Kerajaan Tidore dan Ternate ini berada di bagian wilayah sebelah pulau Halmahera (Maluku Utara). 


Kerajaan ini memiliki peran penting terhadap kekuatan asing yang mencoba menyerang dan mengambil ahli Maluku pada saat itu. 
Setelah ratusan tahun berlalu Kerajaan Tidore dan Maluku tidak lagi begitu eksis. 

Tetapi, masyarakat Maluku masih menjujung tinggi Adat istiadat dan budaya yang ada di sana. 

Meskipun sudah lama tidak eksis tetapi jejak Peninggalan Kerajaan Tidore dan Ternate sampai sekarang masih bisa kamu liat.

Jika kamu ingin tau lebih dalam mengenai jejak Peninggalan Bersejarah Kerajaan Tidore dan Ternate, kamu bisa simak informasinya sebagai berikut;

Bukti Peninggalan Kerajaan Tidore dan Ternate Yang Masih Ada Sampai Saat Ini


Perlu di ketahui Kerajaan Tidore dan Ternate bukan satu kerajaan sama, melainkan dua kerajaan yang berbeda.

Bukti Peninggalan Kerajaan Tidore dan Ternate 

Peninggalan Kerajaan Tidore

  • Kadato Kie

Kadoto Kie
Kadoto Kie

Kidato Kie adalah peninggalan kerajaan Tidore yang berupa istana sebagai tempat peristirahatan para Sultan pada kala itu. Bangunan ini terletak di daerah Soasio, Kecamatan Tidore, Kota Tidore Kepulauan. Dan di bangun pada abad ke-20 , bangunan ini sempat hancur pada tahun 1997 dan dibangun kembali atas utusan Sultan Djafar Syah.

Siapa sih Sultan Djafar Syah? Sultan Djafar Syah merupakan Sultan ke-36 di Kerajaan Tidore pada saat itu.

Meskipun sempat hancur dan di bangun kembali, sekarang istana Kadato Kie menjadi tempat umum dan bisa di kunjungi oleh siapapun, tak terkecuali luar kota. 

  • Benteng Tore

Benteng Tore
Benteng Tore

Benteng Tore adalah bukti peninggalan kerajaan Tidore, bukan hanya itu saja Benteng Tore juga menjadi saksi bisu kedatangan bangsa Portugis dan menjajah Tidore pada kalau itu.

Beteng Tore ini dibangun pada tahun 1578, fakta uniknya nama benteng ini di ambil dari bahasa Portugis yakni, De La Torre. 

  • Benteng Tahula

Benteng Tahula
Benteng Tahula

Letak benteng Tahula tidak jauh dari benteng Tore, benteng Tahula di bangun oleh bangsa Spanyol pada tahun 1610. Benteng Tahula di bangun di atas batu karang yang merupakan titik tertinggi di daerah Tidore.

Fungsi Benteng Tahula ini untuk mengamati daerah perairan dan daratan.

Tak heran jika Benteng Tahula menjadi tempat wisata yang ramai dikunjungi oleh wisatawan yang datang ke Tidore, karena benteng Tore dan Tahula dibangun di Atas Tepi Laut yang memberikan pemandangan indah bagi para wisatawan.

Bukti Peninggalan Kerajaan Ternate

  • Keraton Kesultanan Ternate

Kraton Kesultanan Ternate
Kraton Kesultanan Ternate

Keraton Kesultanan Ternate merupakan tempat bersejarah peninggalan Kerajaan Ternate, Keraton ini menjadi Cagar Budaya, untuk melestarikan budaya yang masih ada.

Bangunan ini dipugar, dipelihara dan dilestarikan hingga bisa dinikmati oleh para wisatawan, baik dalam kota maupun luar kota.

Bangunan ini menjadi bukti kejayaan Kerajaan Ternate yang bisa dilihat dari interior  bangunannya yang dipenuhi dengan emas.


Bukan hanya itu saja ada beberapa perhiasan peninggalan yang biasa digunakan oleh Sultan dan Permaisurinya pada waktu itu.

Peninggalan yang ada bukan hanya emas saja ada beberapa seperti; Pusaka milik sang Sultan, senjata senapan, Meriam kecil, tombak dan perisai, baju besi dan topi perang.

Keraton kesultanan Ternate merupakan bukti peninggalan kerajaan ternate yang masih sampai saat ini.

  • Masjid Sultan Ternate

Masjid Sultan Ternate
Masjid Sultan Ternate

Masjid Sultan Ternate merupakan bukti peninggalan sejarah Kerajaan Ternate yang ada sampai saat ini.

Masjid ini dibuat pada masa kepemimpinan Sultan Zaenal Abidin pada abad ke-17, yang kemudian selesai pada masa kepemimpinan Sultan ke 18. Dan kini masjid itu masih di fungsikan sebagai tempat ibadah umat islam yang ada di Maluku.

Bahkan Masjid ini masih digunakan untuk tradisi-tradisi ke Agamaan, salah satunya yakin Malam Qunut yang jatuh pada setiap malam bulan Ramadhan hari ke 16. Acara ini dilakukan oleh Sultan dengan bantuan Bobato Akhirat (dewan keagamaan kesultanan) yang akan melaksanakan ritual Kolano Uci Sabea,  yang memiliki arti, bahwa Sultan turun ke mesjid untuk salat dan berdo'a. 

  • Makam Sultan Babullah

Makam Babullah
Makam Babullah

Sultan Babullah ialah merupakan Sultan ke-24 yang berkuasa pada tahun 1570 sampai 1583. Bahkan nama beliau digunakan untuk nama Bandara Ternate karena masyarakat ingin mengenangnya sampai kapanpun, karena beliau adalah raja pertama yang mampuh membangkitkan semangat rakyat Maluku untuk melawan penjajah asing yang ingin merebut Ternate.

Beliau dimakamkan di puncak bukti Foramadiahi,  kampung tertinggi dan tertua yang ada di Ternate. Tetapi jika kamu ingin mengunjungi makan Sultan Babullah kamu perlu mendaki gunung sejauh 1km.

  • Benteng Tolukko

Benteng Tolukko
Benteng Tolukko

Benteng Tolukko memliki julukan "kota seribu benteng" ,  di kota Ternate memang terdapat banyak benteng-benteng yang berdiri tegak yang menjadikan nya bukti peninggalan Kerajaan Ternate.

Benteng Tolukko ini di bangun oleh bangsa Portugis untuk melindungi perkebunan cengkeh.

Sampai saat ini Benteng Tolukko ini masih berdiri tegak dan terawat, karena Benteng tersebut dibuka untuk tempat wisata yang dapat di kunjungi dari berbagai daerah.

Peninggalan ini menjadi bukti bahwa kerajaan Ternate dan Tidore sempat ada, dan sampai sekarang masih berdiri bekas-bekas bangunan dari ke dua kerajaan tersebut.

Mungkin cukup segitu dulu pembahasaan saya kali ini, mungkin artikel Bukti Peninggalan Kerajaan Tidore dan Ternate bisa menambah wawasan anda dalam sejarah. 

Posting Komentar untuk "Bukti Peninggalan Kerajaan Tidore dan Ternate"