Bukti Peninggalan Kerajaan Cirebon - Mengulik Banten
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bukti Peninggalan Kerajaan Cirebon

Peninggalan kerajaan Cirebon


Bukti Peninggalan Kerajaan Cirebon - Cirebon adalah Kerajaan Islam di Indonesia. Sedangkan Pendiri  kerajaan Cirebon Syarif Hidayatullah pada tahun 1596, atau bisa dikenali sunan gunung jati.

Cirebon terletak di pesisir timur Pulau Jawa dan berpenduduk sekitar 300.000 jiwa. Mayoritas penduduknya beragama Islam dan berbahasa Indonesia.


Sejarah Singkat Kerajaan Cirebon


Kerajaan Cirebon adalah sebuah wilayah di Indonesia yang berdiri pada abad ke-16. Itu diperintah oleh Kesultanan Cirebon dan memiliki populasi sekitar 1,5 juta orang.

Kesultanan Cirebon didirikan sebagai kerajaan Islam pada tahun 1579, dengan ibu kota pada awalnya terletak di pantai di Japara, tetapi kemudian dipindahkan ke Kota Kapur dekat Indramayu sekarang. Kesultanan bertahan selama lebih dari tiga ratus tahun dan menjadi salah satu kerajaan terkaya di Jawa. Kesultanan mempertahankan kemerdekaannya dari kekuasaan Belanda dan Jawa dengan bermain melawan satu sama lain, terutama selama abad ketujuh belas ketika menjadi tempat perlindungan bagi mereka yang melarikan diri dari konflik di tempat lain di Jawa.


Kesultanan ini akhirnya jatuh ke tangan kolonial Belanda pada tahun 1815 setelah dikalahkan oleh pasukan Letnan Jenderal Daendels dalam ekspedisi militernya ke Jawa (1811-1816).

Berikut Adalah beberapa bukti Peninggalan Kerajaan Cirebon yang sekarang masih ada


  • Keraton Kasepuhan Cirebon
Keraton Kasepuhan Cirebon
Keraton Kasepuhan Cirebon

Keraton Kasepuhan Cirebon adalah istana kerajaan yang dibangun pada abad ke-18 oleh Pangeran Pangeran Rangga, yang merupakan putra Raja Cirebon saat itu.

Keraton telah berkali-kali direnovasi, tetapi masih mempertahankan desain arsitektur tradisional Jawa. Sekarang digunakan sebagai museum dan pusat budaya bagi wisatawan.

  • Keraton Kanoman
Keraton Kanoman
Keraton Kanoman

Cirebon memiliki warisan kerajaan yang kaya, dengan Istana Kanoman menjadi salah satu peninggalan sejarah kerajaan cirebon yang paling sering dikunjungi.


Keraton Kanoman adalah tempat tinggal kerajaan yang dibangun untuk Sultan Agung Mataram pada tahun 1677. Keraton ini terletak di sisi barat laut Cirebon dan dikelilingi oleh danau buatan yang dibuat pada masa pendudukan Belanda.

Keraton memiliki tiga bagian: Tengah, Selatan dan Utara. Bagian Tengah berisi aula besar dengan luas 1.000 meter persegi, sedangkan Selatan dan Utara memiliki aula yang lebih kecil yang masing-masing dapat menampung sekitar 100 orang.

  • Keraton Kacirebon
Keraton Kacirebon
Keraton Kacirebon

Keraton Kacirebon merupakan salah satu peninggalan yang paling terkenal di Cirebon. Dibangun oleh Sultan Hamengkubuwono I, sultan pertama Cirebon, pada tahun 1758.

Keraton ini terletak di desa Kacirebon, sekitar 1 km dari pusat kota Cirebon. Kompleks istana terdiri dari bangunan utama dan beberapa paviliun yang digunakan sebagai ruang resepsi.

Bangunan utama adalah struktur dua lantai dengan halaman dalam dan fasad indah yang diukir dari balok batu kekuningan. Telah dirancang menyerupai arsitektur istana yang ditemukan di Jawa, terutama yang ditemukan di Yogyakarta dan Surakarta (Solo).

  • Keraton Keprabon
Keraton Keprabon
Keraton Keprabon

Keraton Keprabon merupakan peninggalan kerajaan di Cirebon. Dibangun oleh Sultan Agung pada abad ke-17, dan masih digunakan sebagai kediaman sultan.

Istana Keprabon adalah salah satu istana tertua dan terindah di Indonesia, dan juga salah satu dari sedikit monumen yang tersisa dari era Sultan Agung. Keraton ini dibangun pada tahun 1618 oleh Sultan Agung untuk menggantikan bangunan tua yang telah musnah dilalap api.

Istana ini terdiri dari dua bagian: bangunan utama dengan halaman besar dan paviliun di setiap sisi, sedangkan di sisi lain ada tiga paviliun yang dihubungkan satu sama lain oleh koridor.

Selain keindahan arsitekturnya, ia memiliki sejarah yang menarik: di tempat inilah Ratu Elizabeth II tinggal selama kunjungannya ke Indonesia pada tahun 1963.

  • Masjid Sang Cipta Rasa
Masjid Sang Cipta Rasa
Masjid Sang Cipta Rasa

Masjid Sang Cipta Rasa merupakan salahsatu peninggalan kerajaan islam cirebon, konon berawal dari pertemuan sejarah Raja Majapahit, Raden Wijaya, dan putri Singhasari, Ken Dedes.


Masjid ini dibangun pada tahun 1701 oleh Agung Sunan Gunung Jati. Dibangun untuk menghormati ayahnya, Sunan Gunung Jati. Masjid ini merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia dan memiliki arsitektur unik yang memadukan gaya Islam dan Hindu.

  • Makam Sunan Gunung Jati
Makam Sunan Gunung Jati
Makam Sunan Gunung Jati

Makam Sunan Gunung Jati merupakan situs peninggalan kerajaan dan merupakan salah satu situs sejarah terpenting di Cirebon.

Makam ini dibangun pada tahun 1672 oleh Sultan Ageng Tirtayasa. Itu adalah tempat suci dan tempat ziarah bagi masyarakat Cirebon. Makam tersebut dibangun untuk memperingati wafatnya Sunan Gunung Jati, yang merupakan salah satu dari sembilan orang suci dari Jawa.

Makam itu terletak di Bukit Gunungsari, yang juga dikenal sebagai Bukit Sari. Bukit ini memiliki ketinggian sekitar 380 meter di atas permukaan laut dan dapat ditemukan kurang dari 3 kilometer dari pusat kota Cirebon.

  • Patung Macan Putih
Patung Macan Putih
Patung Macan Putih

Patung Macan Putih adalah patung yang ditugaskan oleh Sultan Cirebon, Ahmad Syah pada abad ke-16. Terletak di pusat kota Cirebon dan berdiri setinggi 15 meter. Patung tersebut menggambarkan seekor harimau putih dengan mulut terbuka, yang melambangkan raungan keadilan.

  • Bangunan Mande Pengiring
Bangunan Mande Pengiring
Bangunan Mande Pengiring

Mande Pengiring adalah nama yang diberikan untuk sebuah bangunan berbentuk menara yang dibangun oleh Prabu Siliwangi. Itu berfungsi sebagai tempat tinggalnya dan juga sebagai pos pengamatan di mana dia bisa mengawasi rakyat dan musuhnya.


Karya arsitektur ini terletak di pusat kota dan masih berdiri kokoh hingga saat ini meskipun telah ditinggalkan selama berabad-abad.

  • Kutagara Wadasan dan Kuncung
Kutagara Wadasan dan Kuncung
Kutagara Wadasan dan Kuncung

Kutagara Wadasan adalah kompleks istana tradisional yang telah diubah menjadi museum untuk dinikmati pengunjung. Kompleks ini terdiri dari tiga bangunan: bangunan utama atau Kuncung (berarti "benteng"), Jajahan Pasar (pasar), dan Ruang Tunggu (ruang tunggu).

Dari ke 9 Peninggalan Kerajaan Cirebon beberapa diantaranya bisa kamu temui, dan masih ada sampai sekarang.

Posting Komentar untuk "Bukti Peninggalan Kerajaan Cirebon"