Bukti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya - Mengulik Banten
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bukti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya



Bukti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya - Kerajaan Sriwijaya memiliki kaitan erat dengan sejarah bangsa Indonesia. Sebagai salah satu kerajaan terbesar, bukti peninggalan Kerajaan Sriwijaya pun masih bisa disaksikan hingga saat ini.

Prasasti peninggalan Sriwijaya bukan hanya menjadi saksi dari berdirinya kerajaan Budha dengan kekuasaan terluas tersebut. Melainkan juga menjadi salah satu bukti penting dari asal usul negara Indonesia sejak masih bernama Nusantara.


Untuk memahami lebih jauh, berikut ini ulasan mengenai sejarah Kerajaan Sriwijaya. Sekaligus juga bukti peninggalan Kerajaan Sriwijaya di Indonesia.

Sejarah Singkat Kerajaan Sriwijaya


Kerajaan Sriwijaya memiliki catatan sejarah yang sangat panjang. Kerajaan ini diperkirakan berdiri mulai dari abad ke-7. Sedangkan pendirinya adalah Dapunta Hyang Sri Jayasana.

Sebagai salah satu kerajaan Budha terbesar, Sriwijaya memiliki area kekuasaan paling luas di Nusantara. Beberapa sumber bahkan menyebut daerah kekuasaan dan pengaruh Sriwijaya mencapai hingga ke negara-negara lain. Salah satunya mengingat banyaknya peninggalan sejarah Kerajaan Sriwijaya yang ditemukan di Thailand, Vietnam, hingga Kamboja.

Meski memiliki daerah kekuasaan yang begitu luas, pusat pemerintahan Kerajaan Sriwijaya sendiri masih sulit dipastikan. Meski begitu, berdasarkan dari Prasasti Peninggalan Sriwijaya, pusat kekuasaan dan pemerintahan diperkirakan berada di sekitar Sungai Musi di Palembang, Sumatera Selatan.

5 Bukti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya


Untuk memahami mengenai sejarah Kerajaan Sriwijaya memang lebih dulu harus mencermati bukti-bukti peninggalan serta prasasti dari kerajaan tersebut.

Kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan di Indonesia yang memiliki peninggalan terbanyak, dan tersebar di berbagai daerah berbeda. Peninggalan sejarah Kerajaan Sriwijaya pun memiliki wujud mulai dari prasasti hingga candi.


Berikut ini merupakan beberapa diantaranya.

  • Candi Muara Takus
Peninggalan kerajaan Sriwijaya


Candi Muara Takus menjadi salah satu bukti peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang paling sering menjadi perbincangan. Tidak lain karena Candi Muara Takus yang menjadi salah satu candi peninggalan Kerajaan Sriwijaya dengan ukuran paling besar.

Terletak di Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau, Candi Muara Takus merupakan sebuah kompleks dengan candi-candi kecil di dalamnya. Di dalam candi ini sendiri terdapat Candi Sulung, Candi Bungsu, Palangka, dan Mahligai Stupa.

  • Prasasti Kedukan Bukit
Peninggalan kerajaan Sriwijaya


Sejarah asal muasal Kerajaan Sriwijaya salah satunya diungkapkan melalui Prasasti Kedukan Bukit. 

Prasasti peninggalan Sriwijaya ini ditemukan di Sungai Tatang, tidak jauh dari wilayah Palembang. Pada Prasasti Kedukan Bukit terdapat keterangan angka yang menunjukan tahun 605 Saka atau 683 Masehi.


Selain itu di prasasti ini pula tertulis 10 baris tulisan dengan bahasa Melayu Kuno dalam huruf Pallawa. Isi tulisan tersebut menjelaskan mengenai seseorang bernama Dapunta Hyang dan para tentara yang berangkat dengan menggunakan perahu dari Minanga Tamwa. Mereka datang setelah menaklukkan beberapa daerah, dan membangun sebuah kota bernama Sriwijaya di Matayap.

  • Candi Muaro Jambi
Peninggalan kerajaan Sriwijaya


Candi Muaro Jambi menjadi peninggalan sejarah Kerajaan Sriwijaya lain yang menjelaskan mengenai sejarah kerajaan ini. Terletak di Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Candi Muaro Jambi memiliki luas yang mencapai 3,981 hektar. Menjadikannya sebagai candi terluas di Asia Tenggara.

Kompleks Candi Muaro Jambi diyakini berdiri antara abad ke-7 hingga ke-12 Masehi. Di dalam kompleks candi Hindu-Budha tersebut terdapat 9 candi kecil yakni Candi Kotomahligai, Gedong Satu, Kedaton, Gedong Dua, Telugu Rajo, Gumpung Tinggi, Kembar Batu, dan terakhir Candi Astano.

Candi Muaro Jambi memiliki peranan besar pada catatan sejarah Kerajaan Sriwijaya karena banyaknya ornamen dari beragam kebudayaan berbeda. Sehingga candi yang diyakini sebagai pertemuan negara-negara India, Cina, dan Persia tersebut menunjukan luasnya pengaruh dan kekuasaan Kerajaan Sriwijaya.

  • Prasasti Talang Tuo
Peninggalan kerajaan Sriwijaya


Prasasti Talang Tuo menjadi salah satu bukti peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang menunjukan kuatnya pengaruh agama Budha dalam kerajaan tersebut.

Pada prasasti yang ditemukan di Desa Gadus, Talang Tuwo yang terletak di sisi barat dari Kota Palembang tersebut terdapat doa serta harapan yang berkaitan dengan agama Budha.

Prasasti Talang Tuo memiliki tulisan dalam bahasa Melayu Kuno yang ditulis dengan huruf Pallawa. Isi dalam prasasti tersebut mengenai Punta Hyang Sri Jayanaga yang membangun sebuah taman bernama Sri Ksetra dengan tujuan untuk kemakmuran semua makhluk hidup.


Prasasti ini sendiri juga memiliki tulisan lain yang menunjukan angka tahun 606 Saka atau 684 Masehi.

  • Candi Biaro Bahal
Peninggalan kerajaan Sriwijaya


Candi Biaro Bahal merupakan salah satu candi peninggalan sejarah Kerajaan Sriwijaya lain yang menunjukan kekuasaan dari kerajaan tersebut. Terletak di Desa Bahal, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, candi yang juga memiliki nama lain Candi Portibi ini merupakan candi terluas di Sumatera Utara.

Di dalam kompleks Candi Biaro Bahal terdapat beberapa candi kecil lain. Diantaranya adalah Candi Bahal I, Candi Bahal II dan Candi Bahal III.
Sebagai salah satu bukti peninggalan Kerajaan Sriwijaya, Candi Biaro Bahal memiliki sebuah keunikan yang bukan hanya menunjukan besarnya kekuasaan kerajaan tersebut. Candi Biaro Bahal memiliki tampilan yang kuat akan pengaruh Hindu dan Budha. 

Pada bagian atap Candi Bahal I menunjukan tampilan dari sebuah candi Budha. Sementara itu, ragam arca yang ada di dalam serta sekitar candi justru menunjukan nuansa dari agama Hindu.

Perbedaan kedua tampilan dalam candi ini menegaskan kuatnya pengaruh dari agama Hindu dan Budha pada kerajaan maritim Sriwijaya.


Kerajaan Sriwijaya memiliki catatan sejarah yang sangat panjang. Berdiri sejak abad ke-7, kerajaan Budha ini diyakini memiliki kekuasaan hingga ke berbagai daerah dan negara berbeda.

Kekuasaan kerajaan Sriwijaya salah satunya diperlihatkan dengan bukti peninggalan serta prasasti yang tersebar ke berbagai daerah lain. Bukti peninggalan Kerajaan Sriwijaya ini bisa ditemukan mulai dari di Indonesia, hingga ke Thailand, Vietnam, sampai juga Kamboja.

Nah demikian artikel Bukti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang bisa saya bagikan kali ini, sebagai bangsa Indonesia yang baik kita harus menjaga dan melestarikan peninggalan kerajaan berasal dari negara kita.

Posting Komentar untuk "Bukti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya"