Peninggalan Kesultanan Malaka - Mengulik Banten
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Peninggalan Kesultanan Malaka


Peninggalan Kesultanan Malaka – Bandar Malaka adalah sebuah kota bersejarah di semenanjung Malaysia. Bersama dengan George Town, kota ini bahkan menyandang label “World Heritage City” oleh Unesco.

Julukan tersebut kiranya tak berlebihan sebab kota ini memiliki sejarah yang sangat panjang. Sempat diduduki Portugis dan diperebutkan Belanda serta Inggris, Melaka dulunya merupakan sebuah kesultanan islam termahsyur di nusantara.

Baca JugaBukti Peninggalan Kerajaan Banten Yang Masih Ada Sampai Saat Ini

Keberadaannya memang tidak meninggalkan bukti fisik yang banyak sebagaimana Mataram Kuno dengan candi-candinya. Namun catatan dari berbagai penjuru dunia memperlihatkan bagaimana kesultanan ini memiliki peran yang amat penting dalam lalu lintas perdagangan antar bangsa.

Peninggalan Kesultanan Malaka

Kesultanan Melaka merupakan salah satu kesultanan bercorak Islam terbesar dalam sejarah nusantara. Kesultanan ini didirikan oleh seorang bangsawan bernama Parameswara yang konon adalah pelarian dari Palembang yang kala itu diserang Majapahit. Hal ini didasarkan dari catatan Sulalatus Salatin dan Suma Oriental.

Meski demikian, ada juga yang menyebut bahwa pendiri Melaka merupakan seorang raja bernama Permaisura. Permaisura adalah raja dari kerajaan Hindu di Singapura yang melarikan diri ke semenanjung akibat serangan Majapahit.

Bagaimanapun catatan sejarah yang berlaku, bisa dikatakan bahwa Malaka memiliki sejarah pendirian yang menarik. Dalam perkembangannya pula, kerajaan ini mewariskan banyak tinggalan yang bisa dipelajari.

5 Peninggalan Kesultanan Malaka 

Apa saja bukti-bukti sejarah keberadaan kerajaan ini? Yuk langsung saja simak beberapa warisan menakjubkan kesultanan Melaka di bawah ini. 

1. Relief Hang Tuah

Peninggalan Kesultanan Malaka

Hang Tuah merupakan salah satu dari ksatria termasyhur pasukan militer kerajaan Malaka. Hang Tuah dianggap sebagai sosok yang paling pandai di antara ksatria lainnya karena menguasai 12 bahasa termasuk di antaranya ialah Bahasa Jawa, Persia, Jepang, Arab, dan Mandarin. Ia juga lihai menggunakan berbagai jenis senjata mulai dari keris sampai panah.

Baca Juga10 Bukti Peninggalan Kerajaan Tarumanegara dari Prasasti sampai Fa Kuo Chi

Kemasyhuran Hang Tuah membuatnya begitu dikenang di Malaysia. Salah satu tinggalan kesultanan Malaka pun rupanya merupakan relief bergambar Hang Tuah. Relief tersebut terbuat dari perunggu dan saat ini bisa dilihat di Museum Nasional Malaysia. 

2. Benteng Portugis A Famosa

Benteng Portugis A Famosa

Peninggalan Kesultanan Malaka berikutnya adalah benteng Portugis bernama A Famosa. Memang, benteng ini dibangun bukan oleh kerajaan Melaka, melainkan oleh penakluknya, Portugis. Namun hal ini justru menguatkan bahwa Malaka memang dulunya salah satu bandar terpenting di perdagangan Asia Tenggara yang sering diperebutkan bangsa lain.

Benteng A Famosa sendiri dibangun pada tahun 1512. Sebagian besar bangunan benteng sudah rusak karena serangan Belanda dan Inggris. Meski demikian, benteng ini tetap menarik dilihat dan saat ini menjadi salah satu tujuan turis yang berwisata ke Malaysia.

3. Mata Uang Kesultanan Malaka

Peninggalan Kesultanan Malaka

Karena aktivitas perdagangan yang ramai, kerajaan Islam ini menerbitkan mata uangnya sendiri. Umumnya uang Malaka terbuat dari emas dan perak. Namun demikian, terdapat juga mata uang timah  yang dipakai di kesultanan ini.

Uang tersebut dalam Bahasa Inggris disebut Tin Ingot. Bentuk mata uang timah ini sangat unik karena tidak bulat ataupun gepeng seperti uang lain. Koleksi mata uang timah Tin Ingot kini tersimpan di Museum Nasional Malaysia.

4. Batu Nisan Sultan Mansur Syah dari Malaka 

peninggalan kesultanan malaka

Batu nisan Sultan Mansur Syah adalah bukti peninggalan kesultanan Malaka selanjutnya. Sultan Mansur Syah ialah raja ke-6 Malaka. Dikenal sebagai Raja Abdullah, pada masa pemerintahannya, Malaka berhasil menaklukkan Kedah dan juga Pahang yang sebelumnya dikuasai Siam.

Beberapa sumber juga menyebutkan bahwa di bawah kekuasaan sang sultan, Melaka berhasil mendominasi perdagangan di Selat Malaka. Hal itu tentu memberikan dampak yang sangat positif bagi kesejahteraan kerajaan ini. 

5. Istinggar

Istinggar

Untuk mempertahankan diri dari serangan luar, Kesultanan Melaka menggunakan berbagai jenis persenjataan. Salah satunya adalah Istinggar, senjata api kuno yang banyak digunakan di wilayah maritim Asia Tenggara.

Istilah Istinggar sendiri berasal dari Bahasa Portugis, espingarda yang bermakna senjata api. Kebanyakan Istinggar di Malaka merupakan produk impor dari wilayah Sumatra. Namun hal ini membuktikan adanya hubungan dagang yang cukup intens antara Melaka dengan kerajaan lain di nusantara.

Baca JugaPeninggalan Sejarah Kerajaan Aceh

Kiranya, itulah beberapa Peninggalan Kesultanan Malaka. Tak bisa dipungkiri bahwa Malaka adalah salah satu kesultanan Islam terbesar dalam sejarah nusantara. Kerajaan ini berhasil mendominasi perdagangan antar bangsa dengan menguasai selat Malaka. Tak mengherankan, bukti-bukti peninggalannya pun tersebar cukup meluas.

Posting Komentar untuk "Peninggalan Kesultanan Malaka"