Peninggalan Sejarah Kerajaan Aceh Beserta Gambarnya - Mengulik Banten
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Peninggalan Sejarah Kerajaan Aceh Beserta Gambarnya


Peninggalan sejarah kerajaan Aceh - Siapa tak kenal dengan kesultanan Aceh Darussalam? Hingga hari ini, kesultanan yang didirikan oleh Sultan Ali Mughayat Shah tersebut telah meninggalkan banyak jejak warisan. Aneka tinggalannya juga dengan mudah bisa dikunjungi untuk dilihat langsung.  

Tak salah lho sesekali berwisata sejarah ketika kita melancong ke negeri Serambi Mekkah. Bukan hanya bisa membuat liburan lebih seru, namun berbagai pengetahuan yang diperoleh bisa membuat khazanah pengetahuan kita bertambah.

Baca JugaSenjata Tradisional Dari Jawa barat

Peninggalan Sejarah Kerajaan Aceh

Meski baru didirikan pada 1496, namun cikal bakal kesultanan Aceh sebetulnya bisa ditelusuri hingga tahun 1059. Saat itu, di wilayah Lemuri berdiri sebuah kerajaan bernama Indra Purba yang dipimpin Maharaja Indra Sakti. 

Antara tahun 1059-1069, Indra Purba diserang tentara Tiongkok yang sebelumnya telah menduduki kerajaan Indra Jaya. Indra Purba terdesak hingga mendapatkan bantuan dari Meurah Johan yang beragama Islam. 

Berkat keberhasilannya tersebut, Maharaja Indra Sakti menikahkan anak perempuannya dengan Meurah Johan. Saat sang raja wafat, Meurah Johan pun menggantikan mertuanya sekaligus menjadi sultan pertama Kerajaan Darussalam. 

Pada generasi ke-11, lahir Sultan Ali Mughayat Shah. Raja inilah yang didapuk sebagai sultan pertama Aceh Darussalam. Dengan sejarah yang amat panjang ini, tak mengherankan, Aceh Darussalam meninggalkan jejak warisan yang amat kaya.

Baca JugaPeninggalan Kesultanan Malaka Lengkap Dengan Gambarnya

6 Peninggalan Kerajaan Aceh Darussalam

Apa saja jejak warisan yang ditinggalkan kesultanan ini? Enam di antaranya akan dibahas sebagai berikut.

1. Taman Sari Gunongan

taman sari gunongan

Lahir pada 1590, Sultan Iskandar Muda adalah sultan paling termahsyur di kerajaan Aceh yang memerintah tahun 1607 hingga 1636. Sang Sultan pada masa kejayaannya berhasil menaklukkan kerajaan Pahang dan mempersunting putri Pahang bernama Putroe Phang.

Karena cintanya yang demikian besar untuk sang istri, Sultan Iskandar Muda memerintahkan pembangunan Taman Sari Gunongan. Taman yang juga dinamai Taman Ghairah ini didesain dengan sangat artistik dan tembok berwarna putih. Di sinilah sang Putroe Pahang bisa mandi sambil dimanjakan oleh dayang-dayangnya.

2. Makan Sultan Iskandar muda

peninggalan sejarah kerajaan aceh

Seperti disebutkan di atas, Sultan Iskandar Muda adalah sultan terbesar dalam sejarah Aceh Darussalam. Tak mengherankan, makamnya pun menjadi salah satu peninggalan kerajaan Aceh yang sangat penting. 

Sayangnya, saat Belanda menyerang, makam ini sempat dihilangkan jejaknya hingga benar-benar terabaikan dalam waktu cukup lama. Untungnya, Pocut Meurah, seorang tokoh Aceh, berhasil melacak lokasi makam sang Sultan. Saat ini, kita bisa mengunjungi Makam Sultan Iskandar Muda di Gampong Peuniti, Baiturrahman, Banda Aceh. 

3. Benteng Indra Patra

Peninggalan Sejarah Kerajaan Aceh

Benteng Indra Patra sebenarnya merupakan benteng pertahanan yang sudah didirikan sebelum kesultanan Aceh. Benteng ini dulunya digunakan oleh kerajaan Lamuri untuk menghadapi musuh yang menyerang.

Baca Juga10 Makanan Khas Kota Cirebon

Dalam perkembangannya, benteng ini menjadi milik kesultanan Aceh Darussalam dan mengalami perombakan di sana-sini. Saat ini, benteng ini bisa dikunjungi di Krueng Raya, Baet, Baitussalam, Aceh Besar.

4. Masjid Baiturrahman

masjid baiturrahman

Semua orang Indonesia pasti sudah sangat familiar dengan Masjid Baiturrahman. Tapi siapa sangka bahwa masjid legendaris ini juga merupakan peninggalan kerajaan Aceh Darussalam?

Masjid Baiturrahman merupakan salah satu masjid paling megah dan bersejarah di Indonesia. Meski sempat terdampak tsunami pada 2004 silam, masjid ini masih bisa berdiri dengan kokoh.

Berkapasitas tiga puluh ribu, masjid ini didesain dengan gaya kebangkitan Mughal. Pelancong yang berminat, dapat mengunjungi masjid Baiturrahman di ibukota NAD, Banda Aceh. 

5. Uang emas

bukti peninggalan sejarah kerajaan aceh

Kerajaan Aceh Darussalam merupakan kerajaan yang memiliki peran ekonomi sangat penting di kawasan Asia Tenggara. Tak mengherankan, sistem keuangan di kerajaan ini pun mengalami perkembangan yang cukup pesat.

Kala itu, rakyat Aceh diketahui sudah terbiasa berniaga dengan mata uang emas. Uang ini memiliki bentuk bulat kecil dan tipis. Diameternya kurang lebih 1 cm dengan berat 0,58 gram. 

Di salah satu sisi keping emas, terdapat tulisan nama sultan. Sedangkan di sisi lainnya terdapat ungkapan as sultan as adil. Meski demikian, sejak Sultan Iskandar Muda berkuasa, tulisan as sultan as adil tidak digunakan lagi. 

6. Meriam kesultanan Aceh

Meriam kesultanan Aceh

Terakhir, peninggalan kerajaan Aceh Darussalam juga bisa dilihat dari senjata yang dimilikinya. Salah satunya adalah Meriam Lada Sicupak. Meriam ini konon merupakan hasil dari hubungan mesra antara kesultanan Aceh dengan kekaisaran Turki Utsmani. 

Beberapa ahli sejarah mengatakan bahwa meriam-meriam ini dipesan dengan bayaran berupa segenggam lada kepada Sultan Selim II. Saat ini, meriam tersebut bisa dilihat di desa Balok. Namun ternyata, ditemukan lebih banyak meriam di berbagai pelosok Aceh. Beberapa di antaranya adalah 3 meriam yang ditemukan di desa Arongan, Kabupaten Aceh Barat.

Pada akhirnya, semua peninggalan kerajaan Aceh Darussalam tersebut bukan hanya menarik, namun juga membuktikan kemasyhuran sejarah Aceh. Tak ada salahnya menengok berbagai warisan sejarah ini apabila kita berkesempatan mengunjungi provinsi paling barat di Indonesia tersebut.


Posting Komentar untuk "Peninggalan Sejarah Kerajaan Aceh Beserta Gambarnya "