5 Bukti Peninggalan Kerajaan Larantuka dari Katedral sampai Istana Raja

Bukti peninggalan Kerajaan Larantuka – Indonesia merupakan sebuah negara dengan sejarah yang amat menarik. Selain pernah memiliki ratusan kerajaan Hindu-Budha dan kesultanan Islam, rupanya negeri ini juga pernah mempunyai kerajaan bercorak Kristen Katolik. Kerajaan tersebut bernama Larantuka.

Baca Juga11 Bukti Peninggalan Kerajaan Banjar! Ada Berlian sampai Masjid

Berlokasi di wilayah yang saat ini merupakan bagian dari provinsi Nusa Tenggara Timur, cikal bakal kerajaan ini tak terlepas dari kedatangan bangsa Portugis. Bahkan Portugis lah yang membuat warga setempat menganut agama Katolik dari yang sebelumnya percaya pada “Rera Wulan Tana Ekan” atau penguasa langit dan bumi.

 

 

Apa Saja Bukti Peninggalan Kerajaan Larantuka?

 

Meski sangat dipengaruhi Portugis, namun sejarah kerajaan di Flores Timur ini sebenarnya bisa dirunut hingga berabad-abad sebelumnya. Negarakertagama, misalnya, menyebut bahwa wilayah kerajaan ini dulunya dinamai Galiyao dan Solot. Interaksi dengan Majapahit pun sudah dimulai sejak saat itu.

Sementara pada masa kesultanan Islam, tercatat bahwa wilayah ini pernah melakukan perdagangan dengan Kesultanan Ternate. Namun kemudian, bangsa Portugis yang mencari rempah-rempah di Maluku, tertarik dengan Flores yang menghasilkan kayu cendana.

Pada titik itulah, di Flores timur mulai tumbuh menjadi sebuah kerajaan solid bercorak Kristen Katolik. Beberapa warganya pun kawin campur dengan orang Portugis menghasilkan keturunan yang disebut “Black Portuguese” atau orang Portugis hitam. Beberapa di antara keturunan Portugis tersebut memiliki mata biru dan rambut coklat pirang.
Lantas apa saja peninggalan kerajaan ini?

 

Baca Juga  7 Bukti Peninggalan Kerajaan Pajang di Surakarta

 

5 Bukti Peninggalan Kerajaan Larantuka

 

Secara umum, eksistensi Larantuka sangatlah mudah dibuktikan. Catatan bangsa Portugis dengan cepatnya dapat mengonfirmasi keberadaan kerajaan ini. Namun, bukti fisik yang ditinggalkan tidaklah banyak. Di antara bukti-bukti tersebut, berikut ini 5 di antaranya:

 

1. Katedral Reinha Rosari Larantuka

Katedral Reinha Rosari Larantuka

 

Katedral Reinha Rosari merupakan sebuah gereja tua yang umurnya sudah lebih dari 1 abad. Konon, dulunya gereja ini hanya dibangun dari kayu pada masa raja Adobala.

Namun pada tahun 1884, dilakukan pemugaran dengan besi yang didatangkan langsung dari Belanda.

Saat ini, Katedral Reinha Rosari terlihat masih kokoh, bahkan semakin cantik. Sekilas, bangunannya bahkan terlihat seperti istana di negeri dongeng. Gereja ini berlokasi di Kecamatan Larantuka, Flores Timur, NTT.

 

2. Patung Tuan Ma

Bukti Peninggalan Kerajaan Larantuka Tuan Ma

 

Bukti peninggalan Kerajaan Larantuka berikutnya adalah patung Tuan Ma. Patung ini memiliki asal usul yang tak biasa. Konon saat itu, sebuah kapal bangsa Eropa karam di wilayah Flores timur.

Seorang anak lelaki bernama Resiona melihat perempuan cantik dari kapal karam itu. Namun tak lama kemudian, ketika ditanya Resiona, si perempuan tiba-tiba menunduk dan berubah menjadi patung.

Patung ini kemudian disimpan oleh warga sekitar. Mereka mengeramatkannya dan menamainya sebagai Tuan Ma yang berarti Tuan dan Mama. Mereka percaya bahwa Tuan Ma adalah patung dari Tuhan Rera Wulan Tanah Ekan.

Namun ketika Portugis datang, barulah dijelaskan bahwa patung tersebut sebenarnya adalah patung Bunda Maria. Kini, patung Tuan Ma selalu diarak pada acara-acara khusus seperti Semana Santa.

 

3. Istana Raja

Istana Larantuka

 

Sebagaimana kerajaan lain pada umumnya, Larantuka pun meninggalkan sebuah warisan berupa istana raja. Bukti peninggalan Kerajaan Larantuka ini dibangun oleh Raja Don Lorenso DVG yang memerintah sejak 1887.

Baca Juga  Jelaskan Sejarah Kerajaan Kutai

Bangunan istana raja sendiri dicat putih dengan ukuran 20 x 15 meter. Di masa awal kolonial Belanda, bangunan ini ditelantarkan sebab Belanda tidak mengakui Larantuka. Sementara di era Jepang, bangunan pernah dibom hingga benar-benar hancur.

Untungnya, pada tahun 1937, bangunan dipugar dan direnovasi kembali. Bagi yang tertarik, bangunan ini bisa dikunjungi di belakang Taman Doa yang saat ini menjadi spot wisata terkenal di Flores Timur.

 

4. Tradisi Semana Santa

Tradisi Paskah Semana Santa

 

Berbeda dengan bukti peninggalan Kerajaan Larantuka yang lain, Semana Santa bukanlah sebuah tinggalan fisik. Peninggalan ini berupa tradisi yang dilakukan setiap tahun.

Tradisi tersebut dilakukan sebagai bagian dari perayaan Paskah selama 7 hari. Semana Santa sendiri berarti pekan suci. Dalam tradisi ini, dilakukan arak-arakan masyarakat setempat sembari membawa patung Tuan Ma (Bunda Maria).

Peziarah yang datang dianjurkan menggunakan pakaian berwarna hitam. Para peziarah ini sekarang bukan hanya datang dari Larantuka namun juga dari pulau-pulau lainnya. Sepulang dari ziarah, warga akan membawa air bekas cucian Tuan Ma yang dipercaya memiliki khasiat mengusir hal-hal buruk.

 

5. Benteng Pertahanan

Bukti Peninggalan Kerajaan Larantuka

 

Setelah terdesak oleh Belanda di Solor, Portugis mulai mengkonsolidasi kekuatannya di Flores timur. Sebagaimana disebut di atas, pada masa inilah, berkembang sebuah kerajaan Katolik dengan sang Raja, Ola Ado Bala yang mengganti namanya menjadi Don Fransisco Ola Ado Bala DVG.

Di masa-masa tersebut, Portugis membangun sebuah benteng pertahanan untuk menghalau Belanda. Meriam-meriam pun diarahkan guna mempertahankan Flores Timur dan beberapa wilayah lain seperti Adonara dan Lembata. Sayang, saat ini benteng tersebut sudah mengalami kerusakan yang parah.

Baca Juga7 Bukti Peninggalan Kerajaan Pajang di Surakarta

Demikianlah 5 Bukti Peninggalan Kerajaan Larantuka di NTT. Kerajaan ini telah memperkaya khazanah sejarah Indonesia yang ternyata bukan hanya pernah memiliki kerajaan Hindu, Budha, dan Islam saja.