Sejarah Kerajaan Ende

Sejarah Kerajaan Ende – 30 April 2020 15:21 30 April 2020 15:21 Diperbarui: 30 April 2020 15:44 1294 7 1

Ende, nama kota di tengah pulau Flores yang sarat akan sejarah, wisata, dan budaya. Sekilas menyebut nama Ende, pikiran orang langsung tertuju ke tempat lahirnya ide Pancasila yang ditemukan oleh Bung Karno.

Sejarah Kerajaan Ende

Sejarah Kerajaan Ende

Di tempat inilah pula mendiang Bung Karno menikmati pengasingannya pada tahun 1933-1938. Sejak lahir, Ende juga merupakan kerajaan paling sukses pada masanya.

Gereja Di Menggelama Di Rote Sekitar Tahun 1920 (sumber Dari Universitas Leiden Belanda)

Sudah tidak asing lagi bagi wisatawan yang sering memanjakan mata dengan indahnya danau Kelimutu. Satu-satunya lautan di dunia yang memiliki tiga warna berbeda. Di kota kecil Ende juga terdapat gunung berbentuk meja yang memiliki banyak tradisi.

Sejarah Kerajaan Ende

Tentang toleransi? Jangan coba-coba menanyakan itu. Terakhir, ada Indonesia kecil yang menjadi model bagi Indonesia besar. Ada orang-orang dari berbagai agama yang hidup rukun. Keragaman agama bukanlah hasil dari keragaman.

Di kota ini merupakan pusat pastoral Keuskupan Agung Ende. Ada juga gereja tua yang penuh sejarah. Selain itu, Masjid Agung Ar-Rabithah juga terletak di kota ini. Surat yang disembah oleh umat Islam di kota kecil ini berada tepat di Kota Ratu.

Sejarah Kerajaan Ende

Fakta Menarik Tentang Ende, Tempat Tercetusnya Nama Pancasila

Saat Anda pergi, Anda akan menemukan gereja dan surau yang tersebar di seluruh bagian kota. Ada juga tempat ibadah agama lain yang masih eksis dari masa ke masa. Tidak berlebihan jika kota ini disebut sebagai kota toleransi.

Kali ini penulis ingin membahas tentang surau Al-Rabithah di Kota Ratu. Masjid yang kaya akan sejarah ini terletak di Jalan Masjid, Desa Kota Ratu, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende. Menurut sejarahnya, masjid ini sering dijadikan tempat ibadah Bung Karno saat berkunjung ke desa Ende.

Sejarah Kerajaan Ende

Konon setelah bersemedi di bawah pohon sukun (tempat ditemukannya gagasan Pancasila), Bung Karno pergi ke Kota Ratu untuk berdoa. Jarak candi Bung Karno dengan masjid Ar-Rabithah tidak jauh, sekitar 300 meter.

Baca Juga  Sejarah Keraton Kaibon, Persembahan Sultan Untuk Sang Bunda

Lkpd 8 Worksheet

Keterpencilannya membuat para khatib menjadikan masjid sebagai kebiasaan shalatnya. Dan pastinya saat itu masjid ini merupakan satu-satunya yang besar di antara masjid-masjid lainnya.

Sejarah Kerajaan Ende

Juga menjadi salah satu akibat dari Bung Karno, masjid Ar-Rabithah juga meyakini bahwa masyarakat yang tinggal di Ende adalah perpindahan kerajaan Ende yang terus meninggalkan sisa-sisa rumah raja, dokumen dan cerita kolonial yang dipindahkan turun temurun.

Sekarang, masjid ini sudah banyak berubah. Setelah direnovasi, masjid ini terlihat sangat megah. Lokasinya yang strategis memudahkan wisatawan untuk menemukannya.

Sejarah Kerajaan Ende

Athanua Media: Menapaki Jejak Islam Di Ndona

Dari arah Flores Barat, setelah melewati ujung SMP Ndao dan Ndao Frateran akan bertemu dengan pertigaan belok kanan (jalan masjid). Setelah 100 meter dari pertigaan, Anda akan menemukannya dengan mudah di sisi kanan jalan.

Masjid Ar-Rabithah tidak hanya bersejarah tetapi juga memiliki pohon yang sangat disakralkan. Kini masjid agung ini tidak hanya digunakan sebagai tempat ibadah umat Islam tetapi juga untuk kegiatan spiritual lainnya.

Sejarah Kerajaan Ende

Hal menarik lainnya, masjid ini tidak hanya dibanggakan umat Islam Ende tapi juga umat beragama lain. Pengunjung dari agama lain di kota Ende maupun dari tempat lain pun tak segan-segan datang ke masjid induk.

Kemelut Perebutan Kota Pelabuhan Di Masa Kesultanan Aceh |literat

Nah, termasuk penulisnya. Siapapun yang datang berkunjung ke Ende, kesucian dan sejarah masjid agung ini akan mengundang Anda untuk mengunjunginya lain kali.

Sejarah Kerajaan Ende

TAG event masjid surau raya arrabithah ende mesjid induk ende bung daging pancasila samber 2020 samber thr samber 2020 hari 4 ramadhan kisah sejarah dunia ditulis disini karena Bung Karno disingkirkan dari perkampungan nelayan Kota Ende selama empat tahun.

Kota Ende terletak di sebelah selatan pulau Flores dan merupakan ibu kota Kabupaten Ende. Asal usul nama Kota Ende konon berasal dari kata ini

Sejarah Kerajaan Ende

Mengenal Lebih Dekat Museum Asi Mbojo Bima

, yaitu nama sejenis kain sutera dengan motif floral. Teori lain menyebutkan bahwa nama Ende berasal dari kata tersebut

Masyarakat Ende memiliki dua suku utama, yaitu Ende dan Lio. Awalnya suku Lio tinggal di daerah pegunungan, sedangkan suku Ende tinggal di sepanjang pantai di bagian selatan. Suku Lio sebagian besar beragama Kristen Katolik sedangkan suku Ende memeluk Islam akibat membawa para pedagang ke Sulawesi.

Sejarah Kerajaan Ende

Tiga gunung mengelilingi kota sekaligus, Gunung Iya, Gunung Tablo, dan Gunung Wongge. Tiga di antaranya diceritakan secara singkat dalam cerita, tentang seorang gadis cantik bernama Iya yang dipukuli oleh dua anak laki-laki, Meja dan Wongge. Bisa dikatakan, Meja digambarkan sebagai anak laki-laki yang tampan sedangkan Wongge berwajah jelek. Ya, dia menerima permintaan Tabel. Namun, keputusan ini melukai Wongge dan memotong kepalanya dari meja.

Detusoko, Desa Wisata Di Ende Yang Tawarkan Pesona Alam Dan Budaya

Kini Anda bisa melihat betapa uniknya bentuk Gunung Meja dengan puncaknya yang mulus. Ini mungkin contoh Meja kehilangan akal karena tindakan Wongge. Kemudian Pulau Ende yang berada di sebelah barat Ende kemungkinan merupakan kepala meja yang terpenggal. Gunung Iya adalah gunung berapi aktif. Saat gunung mengeluarkan asap, masyarakat Ende percaya bahwa Iya sedang menangis, ditinggal mati di atas meja.

Baca Juga  Sejarah Kerajaan Kutai Dari Masa Kejayaan Hingga Runtuh

Sejarah Kerajaan Ende

Garuda Indonesia Airlines menawarkan rute Denpasar-Labuan Bajo-Ende. Mapiko Air menghubungkan Ende dengan Labuan Bajo dan Kupang, sedangkan Trans Nusa menghubungkan Ende dengan Denpasar, Labuan Bajo, Tambolaka dan Kupang. Bandara H. Hasan Aroeboesman dikenal sebagai bandara dengan masalah pendaratan terbanyak. Daerah tersebut dikelilingi pegunungan dan di ujung landasan pacu terdapat gunung besar. Di dekat bandara terdapat Gunung Meja yang memiliki ketinggian 661 m dpl.

Tentu saja juga bisa mencapai laut. Kapal ferry yang singgah disini adalah Km.Awu dan jadwalnya dua minggu sekali dengan rute : Ende-Sabu-Kupang-Kalabahi-Larantuka-Kupang-Sabu-Ende-Waingapu-Bima-Benoa-Surabaya.

Sejarah Kerajaan Ende

Keluarga Kerajaan Terkaya Di Dunia

Kota ini merupakan pintu masuk Taman Nasional Kelimutu yang terkenal memiliki tiga danau berbeda dan dapat berubah sewaktu-waktu. Dengan berkunjung ke Kelimutu, Anda bisa menikmati beragam flora dan fauna yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.

Tentu Kota Ende akan memberikan kekayaan informasi sejarah melalui Rumah Bung Karno dan Taman Rendo. Meski taman ini memiliki taman bermain, jalur pendakian, dan taman bermain, namun fakta tempat ini tidak terlupakan karena pohon sukun yang dulu Bung Karno lestarikan.

Sejarah Kerajaan Ende

Air Terjun Kedebodu bisa masuk dalam daftar wisata Ende Anda. Air terjun ini memiliki ketinggian 35 meter dan merupakan pemandangan yang menakjubkan. Kemudian, udara segar Kebun Contoh Detu Ayah menanti Anda di Desa Wolofeo, Kecamatan Detusoko. Kebun seluas 4,4 hektar ditanami kopi, coklat, salak dan mahoni. Nikmati perawatan kulit alami di Pemandian Air Panas Ae Oka Detusoko yang terletak tidak jauh dari Terminal Detusoko. Jadi jika Anda mencari tempat yang sejuk dan tenang, rencanakan perjalanan ke Gua Maria Lourdes Detusoko.

Sejarah Awal Orang China Masuk Banten: Temuan Artefak Hingga Peranan Di Masa Kesultanan Banten

Banyak kampung adat yang akan menampilkan keunikan arsitektur rumah adat yang didukung oleh budaya persawahan. Kampung Adat Wologai yang terletak di jalan Trans Ende-Maumere adalah salah satunya. Luangkan waktu untuk menjelajahi desa Wondopo dengan mayatnya, atau melihat bagaimana tekstil dibuat di desa Nggela.

Sejarah Kerajaan Ende

Panorama Kota Ende bisa dilihat dari Bukit Kolobari. Dalam perjalanan menuju gunung anda akan melewati hutan, jagung, singkong dan rumah adat Ende. Jangan lengah tapi perhatikan aktivitas warga karena Anda mungkin menemukan wanita merajut di halaman.

Kota ini selalu diselimuti udara sejuk di malam hari dan udara hangat di siang hari. Selama perjalanan Anda ke berbagai tempat di Ende, luangkan waktu bersantai di kota ini menikmati cuaca dingin. Berikut beberapa penginapan yang ada di Ende.

Baca Juga  Sejarah Kerajaan Joseon

Sejarah Kerajaan Ende

Festifal Tari Ende Lio Asal Dari Ende Flores Ntt Halaman 1

Makan di Ende berarti Anda merasakan dua jenis nasi, yaitu nasi putih dan nasi merah. Beras yang terbuat dari kacang merah merupakan salah satu jenis Ende. Itu dimakan dengan hidangan seperti daging rebus, sayuran goreng, ayam goreng atau kari ikan. Datang ke RM. Sari Rasa dan RM Khalilah untuk mencicipi nasi merahnya.

Pecinta seafood akan dimanjakan dengan pilihan seafood segar di Resto Nano-Nano, Jalan Gatot Subroto. Jika Anda mendambakan masakan Padang, temukan restoran Padang di Jl. Diam

Sejarah Kerajaan Ende

Beberapa restoran dengan pemandangan laut bisa dinikmati di Lapangan Perse, dekat Pantai Ria. Sekitar 50 pedagang kaki lima menawarkan beragam makanan, salah satunya jajanan khas Ende, bengkuang nuabosi. Teksturnya mirip dengan singkong tetapi tanpa serat dan teksturnya lembut. Kentang ini biasanya dimakan dengan saus yang sangat pedas.

Ketahanan Pangan Archives

Surga tenun ikat ada di Ende. Segala jenis rajutan yang Anda inginkan dijual di pasar antik Ende dengan harga yang sangat terjangkau. Anda bisa pergi ke Pasar Tenun Ikat Nggela atau Pasar Mbongawani.

Sejarah Kerajaan Ende

Tenun Ikat memiliki berbagai corak, seperti selendang, sarung dan variasinya, tas, dompet, kipas, topi, dll. Ada juga jahitan di baju atau rompi. Ini adalah pengingat Ende. Di pasar-pasar ini, tidak hanya motif Ende yang dibuat, Anda bisa menemukan berbagai macam motif di Flores. Cobalah untuk bertanya lebih banyak tentang tujuan ini kepada penjual.

Untuk berkeliling kota, silahkan gunakan kendaraan umum yang ada di Kota Ende, biasanya bus atau bis. Secara khusus, Kota Ende akan memberikan Anda pemandangan unik dari mobil-mobil yang telah diubah menjadi mobil penumpang dengan kursi yang dibangun di belakang dan atap untuk melindungi penumpang dari panas dan hujan. Kendaraan digunakan untuk menjangkau jalan-jalan yang jauh hingga ke kabupaten tetangga seperti kabupaten Ngada. Kendaraan berukuran besar ini digunakan mengingat kondisi jalan yang kurang bagus dan hanya bisa dijelajahi oleh mobil.

Sejarah Kerajaan Ende

Ende Flores: Asal Nama Kota Ende

Kraton : Kediaman Raja Jawa Keraton Yogyakarta merupakan sebuah bangunan besar yang dirancang sebagai representasi astronomi Jawa. Ini contohnya…

Ini adalah bangkai kapal besar yang tenggelam di tengah desa

Sejarah Kerajaan Ende

Sejarah peninggalan kerajaan majapahit, sejarah kerajaan allah, sejarah kerajaan majapahit, sejarah pulau ende, sejarah lengkap kerajaan majapahit, sejarah ende, makalah sejarah kerajaan singasari, sejarah kabupaten ende, sejarah kerajaan d indonesia, sejarah kerajaan gowa makassar, sejarah kota ende, sejarah berdirinya kerajaan pajajaran

Leave a Comment